PERAN FISIOTERAPI PADA KESEHATAN OLAHRAGA
Oleh : Damha Al Banna, SST FT., M.Fis | Fisioterapis Puskesmas Godean I Sleman
PENGERTIAN FISIOTERAPI
“Fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis), pelatihan fungsi, komunikasi. (Kepmenkes No 1363/ Menkes/ SK/ XII /2001)
TUJUAN FISIOTERAPI OLAHRAGA
- Meningkatkan gerak dan fungsi maksimal untuk melakukan aktifitas olahraga tanpa cidera
- Mengembalikan gerak dan fungsi maksimal optimal akibat cidera olahraga
- Mengembangkan aktifitas olahraga sesuai dengan gerak maksimal dan kemampuan fungsional
KOMPETENSI FISIOTERAPI OLAHRAGA :
Pemeriksaan kesehatan awal Oleh Fisioterapi
- Dilakukan pada waktu atlit partama kali akan masuk kedalam tim
- Pemeriksaan kesehatan meliputi :
a) Tinggi dan berat badan
b) Riwayat penyakit dahulu dan pemeriksaan fisik umum
c) Pengukuran anthropometri dan lemak tubuh
d) Pemeriksaan ortopedik
e) Pemeriksaan fleksibility dan strength
f) Pemeriksaan Speed, agility, power, balance, dan endurance.
- Melakukan onfield assessment
- Menyediakan tool kit olahraga yang lengkap
- Melakukan tindakan pertama pada cidera OR
ONFIELD ASSESMENT
- Analisa gerak olahraga
- TOTAPS
- Talk
- Observasi
- Touch
- Active movement
- Pasive Movement
- Skill test
TOTAPS
- Talk : atlet diajak bicara dengan pertanyaan secara bertingkat untuk mengetahui tingkat kesadaran atlet
- Observe : general observasi dilakukan untuk melihat tanda tanda yang dapat mengancam kehidupan, seperti gangguan pernapasan, jantung, perdarahan yang tidak terkontrol, observasi juga melihat adanya cidera yang membutuhkan penanganan secara cepat
- Touch : diharuskan untuk melakukan palpasi pada bagian yang cidera untuk mendapatkan sisi cidera yang pasti, gejala pada jaringan lunak, bengkak dan perubahan tempratur. Palpasi ini juga menuntun kepada seberapa besar jaringan mengalami kerusakan sehingga atlet bisa terus bertanding atau harus berhenti
- Active Movement : atlet diminta melakukan gerak aktif pad bagian yang cidera untuk melihat limitasi yang terjadi dan kualitas dari gerakan
- Pasive Movement : bila mampu melakukan sampai full ROM lakukan tes pasif untuk mengetahui adanya laxity atau instabilitas
- Skill tes : merupakan tes tersulit yang dilakukan atlet dengan melakukan gerakan gerakan olahraganya
POLICE
Merupakan bentuk intervensi fisioterapi pada cidera akut dimana
P (Protective) merupakan bentuk intervensi untuk perlindungan dari jaringan agar tidak terjadi masalah yang lebih kompli, sebagai contoh penggunaan kruk untuk melindungi anggota gerak bawah yang cidera
OL (Optimal Loading) memanfaatkan pemberian intervensi fisioterapi baik manual atau menggunakan alat untuk percepatan proses regenerasi jaringan yang rusak, sebagai contoh memanfaatkan kontraksi otot betis untuk mengurangi bengkak di area pergelangan kaki
I (ICE) kompres es selama 2 jam pada area bengkak lalu istirahat setengah jam dan dilakukan 3x yang bertujuan untuk mengurangi pembengkakan
C (Compresion) pasang elastic bandage atau kinesiotapping secara tepat
E (Elevation) tinggikan area yang bengkak diatas jantung selama 2 jam
TAHAPAN / FASE REHABILITASI DI POLIKLINIK FISIOTERAPI PUSKESMAS GODEAN I
| Fase | Perkiraan waktu | Gambaran klinis | Modalitas | Alasan |
| Initial Akut | 3 hari cidera | Bengkak, nyeri tekan dan nyeri gerak | US, manual traksi MLPP | Menurunkan bengkak, nyeri |
| Respon inflamasi | Hari 1 – 6 | Bengkak, nyeri gerak, nyeri tekan, hangat | Rest, US, latihan ringan | Menurunkan bengkak, nyeri. Efek non termal |
| Fibroblastic repair | Hari 4 – 10 | Nyeri tekan, nyeri gerak dan bengkak | US, latihan dan manual terapi | Memperbaiki jaringan sesuai fungsi |
| Maturation remodeling | Lebih 7 hari | Gannguan gerak dan fungsi | Latihan Fungsional | Mengembalikan kemampuan OR |
PERFORMANCE ENHANCEMENT/ PENINGKATAN PERFORMA PASCA CIDERA OLAHRAGA
- Pemain harus memenuhi standar kebugaran dari tim tersebut
- Pemain memerlukan lulusan beberapa tes kemampuan spesifik untuk posisi dia bermain
- Pemain kemudian dapat memulai berlatih dengan tim
- Menyikapi situasi pertandingan harus secara berangsur-angsur dengan waktu pertandingan yang berangsur-angsur ditingkatkan
REFERENCE
- ASCA
- Bompa,T.O., 1999. Periodization Training For Sports: Program For Peak Strength in 35 sports.USA.Human Kinetics
- Fox,2008. Sports Physiology.New York:CBS College Publishing
- JPOK FKIP UNS
- Lesmana,Syahmirza Indra,2017.Materi S2 Fisiologi Olahraga.Udayana University.Denpasar.
- Nala,I gusti Ngurah.,2015. Prinsip Pelatihan Fisik Olahraga.s2 Fisiologi Olahraga Universitas Udayana Denpasar Bali: Udayana University Press.
- www.strengthconditioning.org


Mantap pak..Makasih infonya Pak Damha