Pengembangan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Dusun Mertosutan

Pada Hari Minggu 30 Oktober 2016, Puskesmas Godean 1 melaksanakan Pengembangan Kawasan Tanpa Rokok di Dusun Mertosutan. Kegiatan yang sama juga dilakukan pada 5 Dusun sebelumnya yaitu Dusun Kragilan, Krandon, Sokonilo, Pandean VII dan Dadapan.

Kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin oleh pembawa acara. Kemudian penyampaian kultum oleh Bp. Hartanto tentang harapan manusia mampu menjaga lisan dalam kehidupannya agar tidak menyebabkan kesalahpahaman dan perselisihan. Dilanjutkan sambutan oleh ketua sub Unit LPMD Bapak Paijo al karim, dalam sambutannya bapak paijo menyampaikan bahwa Kesehatan merupakan hal yang penting, diharapkan dari penyuluhan yang akan disampaikan dapat diinfokan ke warga yang lain, sehingga derajat kesehatan di Dusun Mertosutan dapat meningkat. Kepala Dusun Mertosutan juga Mengucapkan terimakasih atas kehadiran tim penyuluh dari Puskesmas serta warga masyarakat. Diharapkan penjelasan dari Puskesmas dapat lebih jelas, sehingga dapat menambah informasi bagi masyarakat sekitar.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi pertama oleh bapak Muhammad Daroji, SKM, M.P.H. Pembentukan Kawasan Tanpa Rokok bertujuan untuk melindungi masyarakat dan/atau kelompok rentan (bayi balita, ibu hamil, dan lansia) terhadap resiko ancaman gangguan kesehatan akibat asap rokok, penetapan KTR diharapkan mampu menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat asap rokok, mewujudkan kualitas udara yang sehat dan bersih serta mewujudkan masyarakat sehat. Menurut Pergub No 42 tahun 2009 ruang atau area yang dinyatakan dilarang merokok adalah, tempat umum, tempat kerja, tempat proses belajar mengajar, tempat pelayanan kesehatan, area kegiatan anak-anak, tempat ibadah serta angkutan umum. Setelah memperoleh penjelasan ini, diharapkan nanti ada kesepakatan tentang pemberlakuan kawasan tanpa rokok di pedukuhan ini, hal-hal yang menjadi kesepakatan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat ini yang kiranya bisa memberi daya ungkit dan motivasi bagi upaya pengendalian perilaku merokok.

Materi kedua oleh Yetik Purniawati menjelaskan tentang kandungan zat kimia dalam asap rokok dan bahaya merokok. Dalam rokok terdapat tar yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker paru dan kanker lainnya. Karbonmonoksida merupakan 4% dari asap rokok dan mempunyai daya lekat yang lebih besar terhadap sel darah merah dibandingkan dengan oksigen, CO dapat menurunkan kemampuan melihat dan menilai sesuatu serta mengurangi kepekaan terhadap suara. Nikotin menyebabkan otak melepaskan bahan kimia dopamin yang dapat menimbulkan perasaan tenang nyaman dan nikmat namun hanya bertahan selama 2 jam.

Kegiatan tersebut mendapat tanggapan positif dari masyarakat yang hadir, terbukti dari masyarakat yang menyampaikan pertanyaan seputar rokok dalam kegiatan diskusi. Selain itu juga telah terjalin komitmen yang disepakati oleh peserta yang hadir, yang merupakan perwakilan masyarakat Dusun Mertosutan terdiri dari unsur Dukuh, RT, RW, Dasawisma, LPMD, Takmir, dan Muda-mudi. Komitmen yang terjalin diantaranya :

  1. Tidak merokok di dalam rumah
  2. Tidak merokok dekat ibu hamil, bayi dan balita
  3. Tidak merokok di tempat ibadah dan pendidikan (sekolah)
  4. Tidak merokok saat pertemuan

Notulis : Eppy Nurul Cahyani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *