Pengembangan Kawasan Tanpa Rokok

Kegiatan pengembangan Kawasan Tanpa Rokok di instiusi pendidikan telah dilakukandi MTs Negeri Godean pada tanggal 30 April 2016 jam 08.30-11.30 dengan sasaran pengurus osis sebanyak 25 anak, perwakilan guru dan karyawan. Kegiatan ini bertujuan untuk menjadikan sekolah sebagai tempat edukasi yang dapat menjadi pesan pendidikan yang kuat pada masyarakat, salah satunya dengan menjadi kawasan tanpa rokok sesuai dengan Peraturan Bupati Sleman no 42 tahun 2012 tentang kawasan tanpa rokok.
Dalam sambutannya kepala sekolah MTs N Godean mengucapkan terimakasih kepada tim puskesmas yang akan memberikan informasi tentang rokok. Kepala sekolah MTs N Godean juga mengharapkan para siswa terpilih (osis) dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan serius dan menanyakan hal-hal yang belum dimengerti sehingga informasi yang di sampaikan dapat di tularkan kepada teman ataupun keluarga. Kegiatan pengembangan kawasan tanpa rokok di institusi pendidikan juga diharapkan dapat terus berjalan mengingat semakin banyaknya pengguna rokok di kalangan pelajar.
Kepala Puskesmas Godean 1 dalam sambutanya menambahkan bahwa kebiasaan bapak ibu guru, kondisi sekolah merupakan media edukasi yang dapat menjadikan pesan pendidikan bagi siswa dan sisiwi. Selain itu juga mengharapkan dapat terwujud komitmen kawasan tanpa rokok di MTs N Godean sehingga masyarakat di lingkungan sekolah terlindungi dari paparan asap rokok.
Dalam paparan materinya Kepala Puskesmas Godean I (Muhammad Daroji SKM, MP.H) menyampaikan bahwa perilakumerokoksaatiniseperti sudah menjadi“bagiandarigayahidup”.Bahkantingkat perkembangan pemakai tembakau di negara berkembang mencapai 2,1 % per tahun, ironisnya di negara-negara maju justru mengalami penurunan sebesar 1,1 % per tahun. Kondisi ini harus menjadi perhatian bahwa pada masyarakat yang sudah maju perilaku merokok sudah dihindari. Di Indonesia lebih ironis lagi, karena tingkat pertumbuhan perilaku merokok pada usia dini (5-9 tahun) dari waktu kewaktu selalu meningkat yaitu 0,4% pada tahun 2001 menjadi 1,8% pada tahun 2004.Smentara dari data yang ada di PuskesmasGodean 1 awalanakmengenalrokok 76 % dariteman, dansisanyadarikeluarga.Dalam ahir paparannya Kepala puskesmas Godean I menyampaikan 5 pesan tentang perilaku merokok:
1. Perilaku Tidak Merokok merupakan bagian dari gaya hidup sehat dan modern.
2. Perilaku Tidak merokok merupakan keputusan cerdas dalam hidup.
3. Perilaku Tidak merokok mencerminkan sikap mental etis dan santun.
4. Perilaku Tidak merokok merupakan bentuk sikap sayang pada anak, keluarga dan sesama.
5. Perilaku Tidak merokok mencerminkan citra positif dan berkharisma.
Bahaya tentang rokok juga disampaikan oleh Yetik Purniawati Amd, Kep., dijelaskan bahwa asap rokok mengandung berbagai bahan berbahaya sepertiAseton, methanol, toluene, butane, ammonia, hydrogen cyanide yang tentunya dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti serangan jantung, kanker, penyakit paru, gangguan janin, impotensi dan stroke. Selain itu rokok dapat pula menimbulkan ketergantungan, hal ini karena kandungan nikotin dalam rokok yang akan meningkatkan kadar neurotransmiter dopamin. Nikotin akan masuk ke pembuluh darah dan sampai ke otak dalam waktu beberapa detik. Otak akan memproduksi dopamin yang dapat menimbulkan perasaan tenang, nyaman dan nikmat saat merokok, perasaan tersebut dapat terjadi selama 2 jam setelah merokok, setelah itu mulai merasakan gelisah dan timbul keinginan untuk merokok lagi. Kandungan nikotin dalam rokok tentunya berbeda, rokok kretek mengandung nikotin lebih tinggi di bandingkan dengan rokok putik. Dalam rokok kretek kandungan nikotin sebesar 1,7-2,5 mg sedangkan pada rokok putih kandungan nikotinnya sebesar 0.05-1,4 mg.
Kebijakan nasional untuk pengendalian tembakau telah dilakukan, baik secara promotif dan preventiv. Penetapan kawasan tanpa rokok dilakukan di 134 kabupaten dan di 34 provinsi hal tersebut dilakukan dengan memberikan informasi, edukasi dan komunikasi. Selain itu kerjasama dari berbagai pihak juga diharapkan untuk terciptanya kawasan tanpa rokok.
Dari kegiatan pengembangan KTR yang di lakukan di MTs N Godean telah terbentuk komitmen yang terdiri dari 3 point dan telah di tandatangani oleh perwakilan siswa dan guru. Dari kegiatan tersebut telah disepakati bahwa MTs N godean berkomitmen untuk :
1.Mentaati Peraturan Bupati Sleman No 42 Tahun 2012 tentang KTR (Kawasan Tanpa Rokok) di tempat belajar mengajar.
2.Tidak menyediakan rokok dan segala hal yang berhubungan dengan rokok seperti asbak, korek api untuk menyalakan rokok, asap rokok, iklan rokok, dll,
3.Komitmen ini akan ditaati oleh warga sekolah dan tamu yang berkunjung ke sekolah.

napsa new

Notulis by: Eppy Nurul Cahyani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *