Membangun Sistem Kesehatan Jiwa Masyarakat melalui Kegiatan Deteksi Dini

Kader kesehatan jiwa wilayah Puskesmas Godean 1, yang telah terlatih pada tahun 2011-2013 setiap tahunnya diberikan pembinaan sebanyak 2 kali. Pembinaan yang pertama dilaksanakan penyegaran materi, evaluasi kasus gangguan jiwa, pelaporan kasus baru, serta persiapan kegiatan deteksi dini yang dilakukan secara bertahap. Pada tahun 2016 ini diagendakan 16 dusun yang dilaksanakan kegiatan deteksi dini yang terpusat di desa Sidoluhur dan Sidomulyo. Tahun berikutnya, dilanjutkan dengan desa Sidomoyo.
Dari kegiatan deteksi dini ini, kader bias lebih terampil melaksanakan deteksi kepada keluarga, baik dalam hal pendataan maupun kemampuan dalam observasi dan wawancara pada masyarakat. Selain itu, dapat lebih mengasah kepekaan kader dalam rangka temuan kasus maupun penyampaian motivasi kepada masyarakat dalam upaya pengelolaan kasus gangguan jiwa. Kegiatan deteksi dini yang diakukan oleh kader adalah penggolongan warga masyarakat yang termasuk kondisi sehat, resiko, maupun gangguan jiwa.
Setelah dilaksanakan kegiatan deteksi dini, kader yang terlibat diundang dalam rangka pengumpulan berkas deteksi dini serta diskusi, maupun klarifikasi data, sekaligus melaksanakan evaluasi dari pelaksanaan deteksi dini yang telah berjalan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 8 dan 11 April 2016.
Dalam sambutannya, Kepala Puskesmas Godean 1 menegaskan bahwa gangguan jiwa yang segera terkelola akan membaik namun sebaliknya apabila disembunyikan maka akan semakin parah.Dengan kegiatan yang dilaksanakan bersama kader ini dalam rangka untuk menemukan kasus gangguan jiwa agar segera dapat ditangani secara dini, baik ditingkat dasar maupun rujukan. Problematika yang ada adalah bahwa pasca perawatan di RS, pasien tidak mendapat tindaklanjut “pelayanan” rehabilitasi sosial yang memadai, baik dari keluarga, masyarakat, dll.Tahun ini, mulai disiapkan program RBM (Rehabilitasi Berbasis Masyarakat) yang dapat menjadi counter dari kaus-kasus yang terjadi di masyarakat. Dengan adanya program ini diharapkan mampu menguatkan lembaga-lembaga yang ada di masyarakat, baik tingkat RT,RW, padukuhan dan kelurahan untuk berperan dalam rangka rehabilitasi di masyarakat.
Selain diskusi mengenai pelaksanaan kegiatan, dilakukan pula penyusunan jadwal rencana tindak lanjut berupa penyuluhan warga resiko masalah psikososial yang akan mulai dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2016, di wilayah kelurahan sidoluhur dan sidomoyo.
Dari kegiatan deteksi dini, serta tindak lanjut yang telah dilaksanakan, direncanakan pula tindak lanjut hasil deteksi dini, yang berupa penyuluhan warga resiko masalah psikososial yang akan mulai diaksankan pada bulan Mei 2016 sampai dengan bulan Oktober 2016 di setiap dusun di wilayah kelurahan Sidoluhur dan Sidomulyo

dokumentasi keswa

Notulis: Siam Hanifah, S.Psi.,Psikolog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *