Penyuluhan NAPZA di Dusun Berjo IV

Penyuluhan yang dilakukan tanggal 2 April 2016, jam 19.30-22.30 Wib, di pedukuhan Berjo IV Sidoluhur Godean, mengangkat tema “Pemuda anti NAPZA”. Penyuluhan tersebut bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang pengertian NAPZA serta bahaya penyalahgunaannya. Penyuluhan dengan sasaran muda-mudi pedukuhan Berjo IV juga diikuti oleh tokoh masyarakat setempat, dihadiri Kepala desa dan perangkat desa sidoluhur, Babinkamtibmas, dan Babinsa desa sidoluhur. Materi penyuluhan disampaikan oleh tim Puskesmas Goean I (Pugosa).
Dalam sambutannya Kepala dukuh Berjo IV menyampaikan terima kasih kepada Tim Pugosa yang akan memberikan pengetahuan tentang napza, serta mengharap kerjasama dari keluarga untuk berperan dalam mendidik dan mengarahkan anak kearah kegiatan yang positif, Kerjasama dari berbagai pihak juga diharapkan sehingga mampu mewujudkan pedukuhan bebas narkoba.
Kepala desa sidoluhur (Hernawan Zudanto) menekankan bahwa pemberantasan penyalahgunaan napza perlu kepedulian dari semua pihak, keluarga, tokoh masyarakat, dan lingkungan. Sedangkan bagi korban penyalahgunaan tidak boleh dikucilkan tapi harus didampingi untuk memperoleh layanan rehabilitasi.
Kepala puskesmas godean I M. Daroji dalam membuka materi penyuluhan tersebut mengingatkan bahwa kondisi saat ini Indonesia sudah dinyatakan “darurat narkoba” dan harus diatasi dengan sikap dan tindakan “perang terhadap narkoba”. Dilihat dari data yang ada trend kasus penyalahgunaan napza semakin meningkat dan meluas kelompoknya. Mulai dari Birokrat, politisi, penegak hukum, pejabat publik, pengusaha, Pendidik, mahasiswa, pelajar, bahkan anak SD, dst. Kondisi ini kalau tidak segera diatasi akan berakibat pada rusaknya generasi penerus bangsa, dan akhirnya kehancuran negri kita tercinta. Karena itu mulai dari diri, keluarga, komunitas dan lingkungn, mari kita tingkatkan kepedulian, kita jaga anak2, temen2 generasi penerus bangsa dari ancaman penyalahgunaan napza.
Dalam materinya dr. Delaoktaviana menyampaikan tentang pengertian NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan zat adiktif lainya) adalah zat kimia alami atau sintetis yang apabila disalahgunakan dapat menyebabkan penurunan kesadaran, hilang rasa sakit, ketergantugan, kerusakan di organ tubuh dan dapat pula menyebabkan kematian. Narkotika berasal dari tanaman/bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis seperti Opium, tanaman kokain (Coca Folium), tanaman Ganja (Cannabis Herba), Morfin, dll. Psikotropika merupakan zat atau obat baik alamiah maupun sintetis yang bukan narkotika seperti ekstasi, amphetamina, amorbabital, barbital, dll. Sedangkan zat aditif lain adalah bukan narkotika ataupun psikotropika yang dapat menyebabkan ketergantungan seperti alkohol, aceton, nikotin, ether (lem aibon), kopi, dll.
Para pengguna NAPZA dapat mengalami gejala baik secara fisik maupun emosi. Pada gejala fisik dapat berupa penurunan berat badan, mata merah, muka pucat, sering sakit kepala, keringat berlebih, sedangkan gejala secara emosi dapat berupa emosi yang naik turun, menjadi lebih sensitive, cepat bosan, malas dan lupa pada tanggungjawab.
Bahaya penyalahgunaan NAPZA tidak hanya bagi kesehatan jiwa pengguna NAPZA tetapi dapat pula berakibat bagi kehidupan sosial. Untuk itu masyarakat diharapkan mampu menghindari NAPZA dengan berbagai cara seperti : menolak tawaran mengunakan NAPZA, mencari kegiatan positif, dan mengembangkan aktifitas keagamaan.
Kegiatan penyuluhan tesebut mendapat sambutan positif dari peserta dan tokoh masyarakat, hal ini terlihat saat proses diskusi tentang perilaku penyalahgunaan napza dari semua unsur yang hadir, sehingga terbangun komitmen dan sinergi untuk mencegah dan menanggulangi perilaku penyalahgunaan napza tersebut di wilayah pedukuhan Berjo IV khususnya dan Sidoluhur umumnya.
Napza

Notulis : Dian Trianggraeni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *